Bagi kebanyakan orang Indonesia, pijat sudah jadi kebutuhan saat badan terasa lelah atau sakit. Tapi memang ada alasan kenapa orang perlu dipijat. Jadi pijat bukan hanya sekedar hobi, gaya hidup atau kebiasaan saja.
Mendapatkan pemijatan yang tepat dan dilakukan oleh orang yang tepat dan benar-benar tahu cara memijat akan memberikan banyak manfaat, terutama untuk relaksasi santai dan menghilangkan stres.
Pijat pada perkembangannya ada yang dilakukan dengan cara tradisional, dalam artian dilakukan secara turun temurun dari keluarga,modern atau campuran keduanya, serta ada juga yang mengembangkan pemijatan untuk terapeutik ( pengobatan).
Seperti dikutip dari beberapa literasi para pakar kesehatan, ternyata ada beberapa hal yang membuat setiap orang perlu dipijat, yaitu:
- Pijat secara signifikan dapat mempengaruhi sistem saraf perifer( segalanya dan mencakup saraf yang berjalan dari sumsum tulang belakang dan otak untuk memasok darah ke wajah dan seluruh tubuh Anda) meningkatkan rangsangan dan konduksi impuls saraf, melemahkan dan menghentikan rasa sakit dengan mempercepat proses regenerasi (pemulihan) saraf yang cedera, serta mencegah gangguan pembuluh darah dalam hal komunikasi dan suplai.
- Pijat mempengaruhi jaringan tubuh untuk memperluas kapiler dan kapiler cadangan. Hal ini akan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan organ, meingkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung dan berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh. Serta memberikan sedikit peningkatan jumlah trombosit, leukosit, eritrosit dan hemoglobin tanpa mengganggu keseimbangan asam-basa.
- Pijat mempercepat aliran getah bening yang meningkatkan gizi jaringan, mengurangi stasis pada sendi serta organ dan jaringan lain.
- Pijat memiliki efek fisiologis yang beragam terhadap kulit dan fungsinya, seperti membersihkan saluran keringat, kelenjar sebaceous, meningkatkan fungsi sekresi, ekskresi dan pernapasan kulit. Setelah dipijat kulit akan menjadi lebih kenyal seta meningkatkan pengaruhnya terhadap suhu (sensitifitasnya menurun terhadap suhu dingin).
- Pijat bisa membuat otot menjadi fleksibel, meningkatkan fungsi kontraktil yang mempercepat keluarnya metabolit (hasil metabolisme). Hal ini tergantung dari seberapa kuat dan cepat pijat yang dilakukan.
- Pijat membantu mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam otot-otot dan memulihkan keadaan normalnya.
- Piijat membantu memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Karena sirkulasinya membaik, maka pada gilirannya organ-organ yang ada di dalam tubuh akan berfungsi dan bekerja lebih baik.
- Pijat bisa membantu mengatasi nyeri otot superfisial dan memperbaiki postur tubuh yang buruk, hal ini karena pijat dapat bekerja memanipulasi otot dan sendi.
Seseorang tidak perlu terlalu banyak mendapatkan pijat. Efek terapi dan santai yang didapatkan dari pijat sangat baik untuk tubuh, karenanya setiap orang perlu mendapatkan pemijatan yang baik.
Pijat atau urut alias terapi kesehatan tradisonal sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama.
Terapi kesehatan pijat ini di Indonesia banyak untuk mengatasi aneka masalah kesehatan
Mulai dari bayi rewel, kesemutan, demam, badan ngilu-ngilu, semua diatasi dengan satu jurus, pijat.
B.judul 2
Satu hal yang sering menjadi dilema bagi mereka yang akan dipijat adalah rasa sakit yang dirasa saat proses pijat berlangsung.
Memang, saat dipijat area tubuh yang distimulasi dengan pijatan oleh tukang pijat atau terapis akan terasa sakit.
Namun yang membuat banyak orang ketagihan adalah usai dipijat yang sakitnya minta ampun, esok harinya, atau beberapa kemudian badan akan terasa segar, danm akan fit kembali.
Nah, kenapa hal itu bisa terjadi? Inilah yang menjadi banyak pertanyaan dan membuat penasaran.
Untuk diketahui, rasa sakit yang ditimbulkan saat terapi pijat, itu menjadi pertanda bahwa otot-otot yang semula tumpang-tindih menjadi teratur sesuai jalurnya kembali.
Selain itu, terapi pijat dapat disamakan dengan berolahraga. Misalnya pemijatan otot dan shiatsu.
Pijatan sering melibatkan manipulasi otot secara ekstensif yang lalu diterjemahkan sebagai rasa sakit, karena tubuh tidak terbiasa terhadap manipulasi ini.
Thai Massage adalah contoh lain pemijatan yang melibatkan pelenturan dan peregangan otot.
Jika mengalami ketegangan otot, maka kita akan merasa sakit usai dipijat.
Patut diketahi juga, pijatan itu adalah detox. Sebagian teknik pijat bersifat melepaskan racun dari otot.
Hal ini pun akan mengakibatkan kesakitan, karena tubuh sedang berusaha untuk melepaskan racun ini.
Karenanya disarankan minum banyak air putih sebelum dan sesudah dipijat untuk membersihkan tubuh dari racun dengan lebih cepat.
Jika menginginkan teknik pemijatan yang tidak terlalu intens, coba Swedish Massage atau Lomi Lomi.
Lomi Lomi adalah teknik pijat dari Hawaii, di mana terapis akan meminta kita untuk berdoa sebelum dipijat untuk memperoleh keseimbangan.
Dalam prakteknya terapis menggunakan sejumlah tekanan (secara superfisial) untuk mencapai otot seperti getaran, tepukan, remasan, usapan, dan gesekan, untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah.
Untuk mengurangi rasa sakit seusai dipijat, klita akan diminta mandi dengan air panas atau melakukan sauna.
Hal ini akan menjaga agar otot tetap rileks, dan mengeluarkan racun melalui keringat yang dihasilkan saat sauna. (*)
/
